Google Drive adalah alat Google yang dapat menyimpan data kita dengan aman dan mudah diakses dimapanapun, kapanpun. Terlebih lagi dengan adanya akun belajar.id yang diberikan oleh Kemdikbud dengan banyak keuntungan di dalamnya, diantaranya adalah ruang penyimpanan di Google Drive yang tanpa batas (unlimited).
Jumat, 27 Agustus 2021
Akses Mudah dengan Google Drive
Rabu, 28 April 2021
MATERI FISIKA GEJALA GELOMBANG
GEJALA
GELOMBANG
Anda telah mengetahui bahwa gelombang
dihasilkan oleh sumber getaran yang bergerak terus menerus. Dalam
perambatannya, gelombang memindahkan energi dari satu tempat ke tempat lainnya.
A.
Jenis-jenis
Gelombang
Berdasarkan arah rambatnya, gelombang
dikelompokkan menjadi:
1. Gelombang
transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang
arah rambatnya tegak lurus terhadap arah getarnya. Contoh gelombang transversal
adalah gelombang permukaan air dan gelombang pada tali.
2. Gelombang
longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang
arah merambatnya searah dengan arah getarnya. Bunyi merupakan salah satu contoh
gelombang longitudinal. Gelombang longitudinal dapat digambarkan dengan
gelombang yang terjadi pada slinki yaitu berupa rapatan dan renggangan seperti
pada gambar di bawah ini.
1. Gelombang
mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium perambatan. Contohnya bunyi dapat kita dengar karena merambat melalui udara dan melalui zat padat misalnya pada telepon kabel. Sehingga medium perambatan gelombang mekanik dapat berupa zat padat, cair,
gas.
2. Gelombang
elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang
tidak memerlukan medium perambatan. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik,
sehingga cahaya dapat sampai ke bumi meskipun melewati hampa udara.
B.
Karakteristik
Gelombang
Gelombang memiliki karakteristik misalnya
refleksi, refraksi, difraksi, dan interferensi.
1. Pemantulan
Gelombang (Refleksi)
Ketika kamu berteriak di dekat tebing atau
tempat-tempat tinggi, kadang terdengar gema. Gema merupakan pemantulan
gelombang bunyi, jika gelombang mengenai suatu penghalang maka sebagian
gelombang akan dipantulkan.
Pada
pemantulan terdapat hukum pemantulan yang berbunyi, “sudut yang dibentuk oleh
gelombang datang sama dengan sudut yang dibuat oleh gelombang pantul.”.
2. Pembiasan
Gelombang (Refraksi)
Jika suatu gelombang datang
pada suatu permukaan batas yang memisahkan dua daerah dengan laju gelombang
berbeda, maka sebagian gelombang akan dipantulkan dan sebagian akan dibiaskan.
Pembiasan gelombang adalah pembelokan arah
rambat gelombang dari satu medium ke medium lainnya.
Contoh gejala pembiasan
gelombang dapat diamati pada gelombang air laut. Gelombang air laut akan
membias ketika mendekati bibir pantai dengan kecepatan yang menurun secara
bertahap. Jika kerapatan muka gelombang medium 2 lebih rapat dari muka
gelombang 1, maka kecepatan gelombang dalam medium 2 lebih kecil daripada
kecepatan gelombang dalam medium 1. Oleh karena itu, arah perambatan gelombang
membelok mendekati garis normal dan sudut bias lebih kecil daripada sudut
datang.
3. Lenturan
Gelombang (Difraksi)
Di dalam suatu medium yang
sama, gelombang merambat lurus. Oleh karena itu, gelombang lurus akan merambat
ke seluruh medium dalam bentuk gelombang lurus juga. Hal itu tidak berlaku jika
medium diberi penghalang atau rintangan berupa celah. Untuk ukuran celah yang tepat, gelombang yang
datang dapat melentur setelah melalui celah tersebut. Lenturan gelombang yang
disebabkan oleh adanya pennghalang berupa celah dinamakan difraksi gelombang.
Jika penghalang celah yang
diberikan lebar, maka difraksi tidak begitu jelas terlihat. Muka gelombang yang
melalui celah hanya melentur di bagian tepi celah. Akan tetapi jika penghalang
celah sempit, yaitu berukuran dekat dengan orde panjang gelombang, maka
difraksi gelombang tampak sangat jelas.
4. Perpaduan
Gelombang (Interferensi)
Ketika kita melemparkan dua
buah batu di air, akan terbentuk pola gelombang berbentuk lingkaran yang
berpadu. Perpaduan gelombang yang ditimbulkan disebut interferensi gelombang.
Interferensi terbagi menjadi interferensi konstruktif dan destruktif.
Jika puncak gelombang bertemu
dengan puncak gelombang lain (atau dasar gelombang bertemu dengan dasar
gelombang lain), maka terjadi interferensi yang saling membangun yang disebut
interferensi konstruktif, Namun, jika puncak gelombang bertemu dengan dasar
gelombang, maka terjadi interferensi yang saling melemahkan yang disebut
interferensi destruktif.
Dengan menggunakan konsep
fase, dapat kita katakan bahwa interferensi konstruktif terjadi bila kedua
gelombang yang berpadu memiliki fase yang sama. Amplitudo gelombang paduan sama
dengan dua kali amplitudo tiap gelombang. Interferensi destruktif terjadi bila
kedua gelombang yang berpadu berlawanan fase. Amplitudo gelombang paduan sama
dengan nol.
Syarat terjadinya inteferensi
pada gelombang adalah kedua sumber getaran harus bergetar serentak dengan
amplitudo dan frekuensi yang sama yang disebut dua sumber yang koheren.
5. Polarisasi
Gelombang
Polarisasi tidak dapat
terjadi pada gelombang longitudinal, misalnya pada gelombang bunyi. Polarisasi
hanya terjadi pada gelombang transversal. Suatu gelombang terpolarisasi linier
jika getaran dari gelombang tersebut selalu terjadi dalam satu arah saja. Arah
ini disebut arah polarisasi.
Sebuah gelombang transversal pada tali dengan
arah getaran pada satu arah saja, yaitu arah vertikal (dikatakan sebagai
gelombang transversal terpolarisasi linier dalam arah vertikal). Gelombang
lewat dengan mudah karena arah polarisasi gelombang sejajar dengan arah
memanjang celah. Jika celah diputar 90o hingga arah memanjang celah
menjadi horizontal, sehingga arah memanjang celah tegak lurus terhadap arah polarisasi
gelombang dan gelombang terpolarisasi tidak dapat lewat karena celah
menahan(menyerap) getaran tali dalam arah vertikal. Pada gelombang longitudinal
arah getaran selalu sama dengan arah merambatnya sehingga arah memanjang celah
tidak akan mempengaruhi gelombang.
Rabu, 20 Januari 2021
Mencari
Ada ragu dalam langkah yang kini dimulai
Bukan karena dermaga yang tak lagi terlihat
Apalagi kerikil tajam yang terus terasa menghunjam
Lelah tak lagi bisa surutkan tuk terus ke depan
Tak pedulikan lagi cuitan yang seolah jadi irama dalam ayunan
Kenapa tak kau hentikan saja pencarian?
Kala ragu kini menelusup dalam langkah yang tlah terarah
Terhenti sejenak
Tanya pada hati...masihkah kaki kan teruskan langkah
Atau kau kan mencari di persimpangan lagi
Disana tlah menunggu jawaban yang pasti
Terus menanti hadirmu kembali
Bersama asa yang kau bawa pergi
Memcari...
Terus tanpa henti
Hapus ragu dengan satu pilihan meski tiada tahu akhir nanti
Miliki hari ini...
Tiada risaukan masa nanti
Ku kan pastikan langkah meski tiada mungkin tinggalkan mereka tanpa hati
Pemalang, 210221. 11:21 WIB
Jumat, 15 Januari 2021
Langit Pagiku
Sentuhan lembut terasa menusuk kulit tanpa jeda
Semilir yang kian terasa menggigil di bawah suram temaram
Berjalan menyusuri jalanan sepi berselimut kabut
Menatap langit yang tiada jelas kupandangi
Kemana senyum yang biasa menyapa
Tenggelam ia di tengah kelam yang kini terlihat nyata
Titik-titik embun menjadi teman menunggu hadirnya
Siapa pula yang bisa memberi harap?
Ragu pun selalu menyertai langkah tiada arah
Kian sakit bila harap akan esok yang entah kan datangkan suka atau duka
Menanti tanpa jeda
Asa masih tertinggal di tengah gelap gulita
Nantikan secercah harapan dari sang surya
Masihkah ia mampu sembuhkan luka
Yang kini makin dalam menimpa jiwa
Coba kuterka yang tak tentu ujungnya
Langitku masih di warna yang sama
Ia tak lagi mampu berikan senyum bahagia
Pemalang, 16012021. 10:36 WIB
Rabu, 25 November 2020
Ayo Lawan Kekerasan Berbasis Gender
AYO LAWAN KEKERASAN BERBASIS GENDER
Berdasarkan hasil penelitian Koalisi Ruang Publik Aman tahun 2019, sekolah dan kampus menjadi salah satu ruang publik yang menduduki tempat ketiga tempat terjadinya kekerasan seksual. Realita ini tentu menjadi hal yang memprihtinkan bagi smeua pihak karena lembaga lendidikan yang semestinya menjadi ruang yang nyaman untuk mereka yang sedang menuntut ilmu justru menjadi ruang yang tidak aman dan menjadi tempat terjadinya kekerasan.
Akar masalah terjadinya kekerasan terhadap perempuan
adalah Relasi Kuasa dan Ideologi Patriarki. Perempuan masih dipandang lebih
rendah dibanding laki-laki baik secara kekuasaan maupun perbedaan secara
biologis akan melahirkan ketimpangan gender, deskriminasi dan terjadi berbagai
tindak kekerasan terhadap perempuan.
Kekerasan
terhadap Perempuan disebut juga Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Gender (gender
based volience) adalah setiap Tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin,
yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan perempuan
secara fisik, seksual, atau psikologis, termasuk ancaman Tindakan tertentu,
pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di ranah publik atau dalam
kehidupan pribadi.
Berbagai
jenis dan bentuk kekerasan terhadap perempuan yaitu: (1) kekerasan fisik; (2)
kekerasan psikis; (3) kekerasan seksual; (4) kekerasan sosial; dan (5)
kekerasan ekonomi. Sedangkan tempat terjadinya kekerasan terhadap perempuan
adalah: (1) di dalam rumah; (2) di luar rumah; (3) di lembaga pendidikan atau
pengasuhan; dan (4) di tempat kerja. Dari fakta tersebut dapat diketahui bahwa
tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman tidak menjamin terhindarnya
perempuan dari kekerasan. Demikian juga dengan pelaku kekerasan yang seharusnya
adalah orang yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi perempuan justru bisa
menjadi pelaku kekerasan terhadap perempuan itu sendiri.
Apa
yang harus dilakukan agar kekerasan terhadap perempuan dapat dicegah dan
dihentikan? Hal pertama yang harus dilakukan adalah penguatan Agensi Semua
anak untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan. Kedua, peningkatan
aksesdan kualitas layanan perlindungan anak khususnya perempuan. Ketiga, peningkatan
peran orangtua, keluarga dan anggota masyarakat untuk mencegah kekerasan
terhadap perempuan. Keempat, peningkatan kerangka hukum, kebijakan,
peraturan yang terintegratif dan terstuktur. Kelima yaitu penguatan
koordinasi dan sinergi lintas kementrian/lembaga daerah, organisasi masyarkat,
dunia usaha, mitra pembangunan media
untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan.
Fakta
kekerasan terhadap anak yang merupakan bagian dari kekerasan terhadap perempuan
masih tinggi. Anak rentan menjadi korban kekerasan karena pola pikir anak yang
masih sederhana, anak dianggap sebagai obyek/hak milik sehingga terabaikan suaranya/kepentingannya,
ketimpangan gender (budaya patriartis),
dan sikap permisif dan kurang memahami konsep kekerasan terhadap anak sehingga lingkungan
dimana anak berada kurang menerapkan perlindungan terhadap anak.
Apa
yang dapat dilakukan untuk pencegahan kekerasan terhadap anak? Pertama adalah
menerapkan perlindungan anak di semua unsur masyarakat; kedua adalah
mendukung penerapan system peradilan dan perlindungan yang berpihak kepada anak;
ketiga adalah edukasi terus menenrus tentang pola asuh positif dan
setara kepada semua pihak terutama orang tua dan pendidik; keempat adalah
edukasi seksualitas komprehensif dimasukkan ke dalam kurikulum yang juga
mencakup kesetaraan gender, kelima adalah bekerjasama antar beragam
kementrian/lembaga negara dan masyarakat untuk mengedepankan kebaikan untuk
anak dan kesetaraan gender; dan yang keenam adalah memastikan pemahaman
para pengajar akan cara pengajaran yang non kekerasan dan membaurkan
nilai-nilai kesetaraan gender.
Ayo
Bersama Lawan Kekerasan Berbasis Gender
(suminarsih)
Koneksi Antar Materi 2.3 Coaching Untuk Supervisi Akademik
COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK A. Paradigma Berfikir Coaching 1. Paradigma berpikir yang pertama adalah fokus pada co...
-
Menjadi Bagian Sejarah dengan Menulis Sejarah adalah peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi masa lampau. Orang- orang ya...
-
Berkarya, Berbagi, dan Berkolaborasi “Pembelajaran Interaktif Memanfaatkan Gawai” A. Inovasi Pembelajaran Strategi yang ...
-
COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK A. Paradigma Berfikir Coaching 1. Paradigma berpikir yang pertama adalah fokus pada co...



