Kamis, 19 Oktober 2023

Observasi PembaTIK

 


Observasi PembaTIK Bersama MGMP Matematika Kabupaten Blora

 

Guru sebagai sebuah profesi akan semakin tertantang oleh kemajuan zaman sekarang ini apalagi saat ini perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat. Jika tidak menambah ilmu pengetahuan dan kecakapan lainnya guru akan tertinggal. Salah satu bentuk peningkatan profesi adalah dengan menguasai Pembelajaran Berbasis TIK.

Dalam pengembangan dan pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan Kemendikbudristek telah mengembangkan Platform Merdeka Mengajar, sebagai salah satu sarana pendukung untuk membantu guru memahami Kurikulum Merdeka baik secara mandiri, melalui pelatihan, maupun dari rekan sejawat. Disini tersedia beragam materi dan referensi mengajar. Platform ini juga menjadi sarana guru untuk berbagi praktik baik dalam fitur Bukti Karya. Agar layanan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, diperlukan pengembangan kompetensi TIK guru. Salah satunya melalui program PembaTIK 2023.

Program PembaTIK terdiri dari 4 tahap secara berjenjang yakni level literasi(1), level implementasi(2), level kreasi(3), dan level berbagi dan berkolaborasi(4). Peserta PembaTIK dapat mengikuti level berikutnya jika telah lulus level sebalumnya. Setiap peserta PembaTIK harus mengikuti kegaiatan mulai dari level literasi meskipun tahun sebelumnya telah lulus pada level di atasnya. Peserta yang dapat mengikuti level  berbagi dan berkolaborasi adalah pesrta terpilih dari tiap-tiap provinsi (kuota tiap provinsi sekitar 30).

Komunitas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika kabupaten Blora yang diketuai oleh bapak Robert Syarifudin, S. Pd yang juga merupakan salah satu peserta PembaTIK level 4 pada tahun 2023 mengadakan kegiatan berbagi dengan tema :Observasi PembaTIK” dengan berkolaborasi dengan penulis. Kegiatan tersebut diadakan pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2023 mulai pukul 12.30 WIB. 

Sekitar 38 peserta yang mengikuti kegiatan Observasi PembaTIK yang didalamnya dilakukan kegiatan berbincang-bincang santai terkait perjalanan penulis dalam mengikuti PembaTIK dari tahun ke tahun dan hingga dapat menjadi salah satu peserta PembaTIK level 4 tahun 2023. Obrolan yang dlakukan juga tidak terbatas pada pelatiahn terkait PembaTIK namun juga dilakukan interaksi aktif secara daring menggunakan power point  yang terintegrasi (ad ins) classpoint bersama peserta. Selain kegiatan interaksi aktif juga praktik mengaktifkan power point  yang terintegrasi (ad ins) classpoint bersama peserta.

PembaTIK level berbagi dan berkolaborasi
menjadikan jembatan bagi peserta untuk dapat terhubung dengan komunitas yang tak terbatas ruang dan waktu sehingga semakin memperluas relasi dan saling berbagi serta berkolaborasi.

 




Rabu, 18 Oktober 2023

Webinar "Batik Priyangan"

 

Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Inovatif yang Menyenangkan

 

           Berbagi praktik baik dapat dimaknai sebagai konsep di mana individu, organisasi, atau komunitas berbagi pengalaman, pengetahuan, dan tindakan yang telah terbukti berhasil dengan prang lain dengan tujuan untuk meningkatkan hasil, kualitas, atau kinerja terkait hal yang dibagikan. Beberapa poin penting yang ada dalam berbagi praktik baik diantaranya adalah transfer pengetahuan/pengalaman, memperbaiki kineja, kolaborasi, meningkatkan inovasi, serta pembelajaran berkelanjutan.

       Dari makna tersebut sudah seharusnya kegiatan berbagi praktik baik dilakukan oleh pendidik agar sesama pendidik dapat mendapatkan inspirasi untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Meningkatnya kualitas pembelajaran tentu akan berdampak positif pada murid sebagai subyek yang mengalami kegiatan belajar.

        Perkembangan dunia pendidikan saat ini selaras dengan perkembangan zaman di era digital, sehingga pendidik memanfaatkan media-media yang lebih kekinian dan sesuai dengan kebutuhan murid. Strategi pembelajaran yang digunakan pendidik yang meliputi metode, media, serta pendukung lainnya akan mempengaruhi bagaimana suasa pembelajaran bagi murid. Suasana yang nyaman dan menyenangkan memberikan kontribusi yang besar bagi proses belajar murid.

            Pendidik saat ini dapat memiliki sumber belajar yang telah disediakan oleh pemerintah yakni Platform Merdeka Mengajar(PMM). Dalam PMM tersedia lengkap baik sumber belajar maupun referensi-referensi praktik baik dari seluruh pendidik berbagai daerah dan semua jenjang. Salah satu wadah dalam saling berbagi adalah fitur Komunitas yang di dalamnya bisa mengadakan kegaiatan webinar dan diikuti oleh anggota maupun pendidik yang lain.

     Salah satu komunitas belajar dari provinsi Jawa Tengah yang didukung oleh BLPT Kemendikbudristek adalah Sahabat PembaTIK Jawa Tengah yang dimotori oleh Duta Teknologi Jawa Tengah. Sebagai salah satu kegiatan dalam PembaTIK level berbagi dan berkolaborasi (level 4) tahun 2023, komunitas Sahabat PembaTIK Jawa Tengah mengadakan rangkaian webinar pada tanggal 17 – 21 Oktober 2023 yang diisi oleh peserta PembaTIK Level 4 tahun 2023 sesuai jadwal yang telah disepakati bersama.

            Kesempatan webinar pertama yakni tanggal 17 Oktober 2023 dilakukan mulai pukul 13.00 WIB dengan pengisi materi adalah kelompok 1: Suminarsih (penulis), Robert Syarifudin, dan Maulida Azkiya Rahmawati. Tema yang diangkat pada webinar seri pertama ini adalah: Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Inovatif yang Menyenangkan” dan disingkat dengan “Batik Priyangan”. Pada webinar kali ini dibuka oleh Duta Teknologi tahun 2021 yaitu Ibu Anita Sukarini.


         Kegiatan berbagi pada webinar “Batik Priyangan” diikuti kurang lebih 70 an peserta dari berbagai daerah. Ragam materi dari ketiga narasumber meskipun dnegan tema yang sama dapat dibawakan dengan baik dan mendapat umpan balik positif dari peserta kegiatan. Tidak hanya menyampaikan materi saja namun ada sesi tanya jawab sebagai wahana interasi dan umpan balik.

     Penulis sebagai pemateri pertama membawakan materi dengan judul: “Pembelajaran Interaktif dengan Gawai(HP)” yang berisi tentang bagaimana pemanfaatan gawai peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga terjadi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Dengan latar belakang bahwa hampir semua murid di satuan pendidikan memiliki gawai (HP) maka penulis tertantang untuk menyiapkan media belajar yang dapat memanfaatkan gawai murid. Hal yang penulis lakukan adalah menyiapkan media dalam bentuk Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dan bahan tayang presentasi yang terintegrasi dengan classpoint.

         Paparan pembelajaran interaktif juga dipraktikkan penulis dengan peserta webinat dengan mengajak peserta bergabung dalam powerpoint ter ad ins classpoint yang digunakan untuk presentasi. Dengan kegiatan ini dapat langsung digambarkan bagaimana kegiatan belajar murid yang interaktif menggunakan gawai. Hal ini juga digunakan untuk kegiatan penutup yakni adanya kuis yang dipandu penulis untuk memberikan gambaran penggunaan powerpoint ter ad ins classpoint pada peserta dan dua peserta tercepat dalam menjawab beberapa pertanyaan mendapatkan hadiah lawang (door prize).




Minggu, 15 Oktober 2023

Berbagi di KKG Pattimura

 

Belajar dan Berbagi Bersama KKG Pattimura

    Perencanaan pembelajaran merupakan tahap awal yang sangat penting  dalam proses pendidikan. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah strategi pembelajaran yang akan digunakan. Guru perlu memahami kebutuhan dan karakteristik siswa mereka untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Hal ini termasuk mengidentifikasi gaya belajar siswa, tingkat keterampilan, dan kebutuhan khusus. 
    Bahan ajar atau media ajar memiliki peran penting dalam rancangan pembelajaran guru karena dapat memberikan banyak manfaat. Diantara manfaatnya adalah: meningkatkan keterlibatan siswa, menyederhanakan penyampaian informi, memungkinkan kolaborasi, dan mengikuti kemajuan teknologi.
    Kelompok Kerja Guru (KKG) Pattimura Kabupaten Pemalang mengadakan kegiatan pertemuan rutin pada hari Sabtu tanggal 14 Oktober 2023 yang di dalam kegiatan tersebut penulis mendampingi untuk mempelajari dan mempraktikkan pembuatan bahan ajar secara digital menggunakan Canva. Beberapa guru yang awalnya masih awam dengan pembuatan bahan ajar secara digital mulai memanfaatkan akun belajar.id untuk mengakses Canva untuk membuat bahan ajar yang diinginkan. Beragam rancangan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru diantaranya berupa slide presentasi, video, poster, maupun jadwal pelajaran untuk kelas. Kegiatan yang hari itu diikuti oleh 51 peserta dari 8 Sekolah Dasar yang berada di dalam KKG Pattimura dan bertempat di SD Mulyoharjo 16.

Harapan penulis tentu aktivitas membuat bahan ajar tersebut terus berlanjut tidak hanya berhenti disaat kegiatan KKG. Memberikan pelayanan terbaik untuk murid agar mereka dapat memperoleh pembelajaran yang optimal menjadi tujuan utama dalam seorang guru mempersiapkan pembelajaran di kelasnya. 




Kamis, 12 Oktober 2023

Belajar dan Berbagi Tentang Asesmen

 

Pemanfaatan AI dalam Penyusunan Asesmen

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua. Hasil asesmen memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua serta merupakan data yang berguna untuk penjaminan mutu dan peningkatan pembelajaran. Asesmen dikembangkan sejak awal perencanaan pembelajaran sehingga asesmen terintegrasi dengan pembelajaran.

Jenis asesmen yang digunakan dalam pembelajaran adalah asesmen awal, asesmen formatif, dan asesmen sumatif. Asesmen dirancang dengan mengacu pada capaian pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran, karakteristik peserta didik, dan sumber daya dukung yang tersedia. Dalam menyusun asesmen perlu dihindari hal-hal seperrti: hanya berfokus pada asesmen sumatif, hanya sebagai alat untuk mendapatkan nilai untuk pengisian raport, dan hanya menggunakan satu teknik penilaian.

Memanfaatkan teknologi informasi dalam menyiapkan asesmen pembelajaran dapat membantu tugas-tugas guru. Beragam aplikasi dapat dimanfaatkan untuk hal ini, salah satu aplikasi yang sudah banyak dikenal adalah Quizizz yang merupakan aplikasi berbasis game. Kemudahan yang disediakan aplikasi ini sangat membantu guru dalam pembelajarannya. Ide-ide dari pendidik lain juga dapat diakses dengan mudah serta digunakan oleh pendidik lain.

Komunitas pendidik di Kabupaten Pemalang pada hari Kamis tanggal 11 Oktober bersama-sama mengadakan kegiatan bincang-bincang bersama dalam acara webinar dengan pemandu Quizizz Super Trainer 2023 yaitu Suminarsih dan Siti Jumilati. Peserta sebanyak 37 dengan antusias mengikuti dan beberapa peserta langsung mempraktikkan sehingga dapat ditampilkan dan dilihat oleh seluruh peserta. Kegiatan yang dilakukan adalah berbagi dan belajar bersama mengenal dan menyiapkan asesmen dengan menggunakan fitur Artificial Intelligence (AI) yang ada pada quizizz. Hendaknya kemudahan yang tersedia saat ini dapat dimanfaatkan secara bijak sehingga kemudahan tersebut dapat mendukung dalam proses pembelajaran bagi peserta didik. 

Daftar hadir: https://docs.google.com/spreadsheets/d/13ENHbuiPF11hK5v-PSHwoVBAEn3jmew0lQ11ZASc-po/edit?usp=sharing



IHT Penyusunan KKTP


Bersama Bapak/Ibu Guru SMA Negeri 1 Pemalang Menyusun KKTP

 

            Istilah KKTP merupakan salah hal yang baru yang ada dalam Kurikulum Merdeka. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran yang kemudian dikenal dengan KKTP ini sering disepadankan dengan istilah KKM pada kurikulum 2013. Apakah yang menjadi pembeda antara KKM dan KKTP? Apakah kedua hal tersebut memiliki makna dan tujuan yang sama?

KKTP adalah serangkaian kriteria atau indikator  yang menunjukkan sejauh mana peserta didik sudah mencapai  kompetensi pada tujuan pembelajaran. Sedangkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) digunakan untuk menentukan apakah seorang peserta didik telah mencapai tingkat kompetensi yang memadai sesuai dengan yang telah ditetapkan batasan minimalnya.

KKTP berfungsi untuk merefleksikan proses pembelajaran dan menganalisis tingkat penguasaan  kompetensi peserta didik. KKTP memiliki pemahaman lebih luas dan tujuan sebangai langkah tindak lanjut pembelajaran. Seorang peserta didik tidak hanya diukur ketercapaian pembelajarannya denga angka, kriteria ini merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.

Pada hari Jum’at dan Sabtu tanggal 12-13 Agustus 2023 di ruang multimedia SMA Negeri 1 Pemalang, penulis membersamai pendidik di sekolah tersebut memahami lebih mendalam dan melakukan praktik menyusun KKTP. Kegiatan In House Training (IHT) dengan tema: “Metode Pembelajaran dan Penyusuna KKTP ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB.

Sesuai dengan tema yang diangkat pada kegiatan ini lebih banyak praktik yang kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama. Dengan kegiatan ini diharapkan semua pendidik mampu memahami dan menyusun KKTP dan digunakan pada kegiatan asesmen pembelajaran di kelas.




  

Selasa, 10 Oktober 2023

Belajar Bersama di SMA Negeri 1 Petarukan

 




Belajar Implementasi Kurikulum Merdeka Bersama Pendidik di SMA N 1 Petarukan

 

Kurikulum Merdeka adalah salah satu pendekatan kurikulum yang diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia. Ia bertujuan untuk meningkatkan relevansi dan daya saing pendidikan dengan menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan lokal, bakat, dan minat siswa. Kurikulum Merdeka mempromosikan pembelajaran yang lebih kontekstual, aktif, dan berpusat pada siswa, sehingga siswa dapat lebih terlibat dalam proses belajar-mengajar.

Kurikulum Merdeka pertama kali diberlakukan di Indonesia pada tahun 2020 sebagai inisiatif untuk memperbarui pendekatan pendidikan nasional. Penerapannya dimaksudkan untuk mengatasi beberapa kelemahan yang ada dalam kurikulum sebelumnya dan mengikuti perkembangan global dalam pendidikan. Salah satu tujuannya adalah memberikan lebih banyak kebebasan kepada sekolah, guru, dan siswa dalam memilih dan merancang materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Dengan Kurikulum Merdeka, pendidikan di Indonesia diharapkan menjadi lebih beragam, relevan, dan sesuai dengan tuntutan zaman, sekaligus memberikan siswa peluang untuk berkembang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Selain itu, ini juga berkontribusi pada pembentukan warga negara yang lebih kreatif, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai pendidik sudah seharusnya dapat mengikuti perubahan yang terjadi di sekitarnya, demikian juga tentang perubahan kurikulum yang menyesuaikan dengan zaman saat ini. Memberikan pembelajaran terbaik bagi murid dan melayani kebutuhan murid yang beragam yang kini lebih dikenal dengan istilah “pembelajaran diferensiasi”. Hal ini tentu didasari karena kebutuhan murid tidaklah sama, mereka memiliki keunikan masing-masing dan kebutuhan belajar yang berbeda.

Dalam rangka mewujudkan pendidik yang mampu menyesuaikan perubahan tersebut salah satu hal yang dilakukan oleh sekolah adalah memberikan fasilitas kepada pendidik untuk belajar dalam wadah pelatihan seperti kegiatan In House Training (IHT) yang diadakan oleh di SMA Negeri 1 Petarukan. Penulis sebagai salah satu narasumber pada kegiatan tersebut dengan materi tentang Asesmen dan Pembuatan Media Pembelajaran membersamai guru-guru di sekolah tersebut untuk lebih mengenal bagaimana implementasi kurikulum merdeka dengan menjadi pendidik yang mampu menciptakan kelas yang menyenangkan bagi murid.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 20 Juni 2023 di ruang Multimedia SMA N 1 Petarukan. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Ayanto, M, Pd selaku Kasi SMA Cabang Wilayah XII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Beliau memberikan pengarahan terkait Gerakan Sekolah Menyenangkan dan Kurikulum Merdeka. Setelah pengarahan dari Bapak Kasi baru dilanjutkan dengan materi dari penulis.

Kegiatan yang berlangsung sangat seru dan interaktif bukan hanya memberikan materi namun juga praktik dari peserta membuat media pembelajaran. Kegiatan tanya jawab dan diskusi bersama mewarnai keseruan IHT yang berlangsung mulai dari pukul 07.30 hingga pukul 13.00.

Jumat, 04 Februari 2022

Diseminasi DIDAMBA Angkatan 13


DIDAMBA (Diklat Daring Massive dan Terbuka) diadakan oleh P4TKIPA dilakukan secara MOOC yakni pembelajaran yang dilaksanakan secara daring dan dapat diikuti oleh sejumlah besar peserta, Program ini berisi materi, diskusi, dan menjadi wadah interaksi antara peserta dengan pengajar, serta antara peserta dengan peserta lain.

Tujuan dari DIDAMBA adalah:

1. Menunjukkan kemampuan sebagai profesional dalam melaksanakan tugasnya baik sebagai guru maupun Kepala Sekolah;

2. Menguasai kompetensi pedagogik dan profesional atau manajerial atau media pembelajaran berbasisi TIK;

3. Memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didik;

4. Memiliki performa sebagai pendidik dan manajer bagi warga sekolah;

5. Menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme, dan keceriaan bagi peserta didik dan semua warga sekolah;

6. Memiliki kemauan untuk terus belajar mengembangkan potensi dirinya.


Pada kesempatan ini, penulis mengikuti DIDAMBA Angkatan 13 tahun 2022 dengan pilihan materi "Pengembangan Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru IPA" yang dilaksanakan dari tanggal 18 Januari - 31 Januari 2022.

Diklat dilakukan melalui laman DIDAMBA secara daring dengan Fasilitator Ibu Nenden Khasanah.

Dalam pelatihan ini peserta diharapkan mampu memahami dan menyusun Penelitian Tindakan Kelas dengan bukti mengunggah tugas-tugas dalam LMS MOOC yang terbagi dalam tiga tahap tugas serta tes kemampuan/pemahaman mulai dari pre test, tes tiap sesi, serta post test dan refleksi.

Pada tugas tahap 3, peserta mengunggah tugas berupa proposal Penelitian Tindakan Kelas beserta Identitas lengkap.

Untuk mendapatkan sertifikat diklat, setiap peserta diwajibkan melakukan diseminasi dari pelatihan yang telah dilakukan.

Penulis melakukan kegiatan Diseminasi tentang materi "Penelitian Tindakan Kelas" pada rekan-rekan guru di sekolah pada hari Jum'at tanggal 4 Februari 2022.

Terima kasih kepada rekan-rekan guru di SMA Negeri 1 Belik yang telah mengikuti Diseminasi dan selalu memberi motivasi untuk terus Belajar dan Berkarya. 



 

Koneksi Antar Materi 2.3 Coaching Untuk Supervisi Akademik

  COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK A.       Paradigma Berfikir Coaching 1.        Paradigma berpikir yang pertama adalah fokus pada  co...